Kota Parepare

Institut Andi Sapada dan Pemkot Parepare Tanda Tangan MoU

PAREPARE, PILARKITA.COM – Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pihak Institut Andi Sapada Parepare bersama Pemerintah Kota (Pemkot Parepare) dilaksanakan, Kamis, 30 April 2026, di Aula Kampus Institut Andi Sapada. Kegiatan itu sebagai rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan peresmian Auditorium Andi Sapada, di aula pertemuan kampus.

Momentum ini dinilai penting bagi dunia pendidikan di Parepare. Selain menandai hadirnya fasilitas baru, kegiatan tersebut juga mengukuhkan capaian akreditasi unggul yang baru saja diraih oleh Institut Andi Sapada.

Rektor Institut Andi Sapada, Prof Bachtiar Tijjang, menegaskan bahwa akreditasi unggul bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bukti nyata komitmen perguruan tinggi dalam menjaga mutu pendidikan.

“Akreditasi unggul ini menjadi modal harga diri bagi Institut Andi Sapada untuk bersaing di tingkat nasional. Ini bukan hadiah, tetapi hasil kerja keras dosen, mahasiswa, dan seluruh civitas akademika,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata.

Ke depan, pihak kampus berencana memperluas program studi pascasarjana, memperkuat jejaring riset internasional, serta menjadikan kampus sebagai pusat inovasi pendidikan di kawasan timur Indonesia.

Dewan Pembina Institut Andi Sapada, Ir Andi Malongbassi, menekankan pentingnya menjaga sinergi dengan pemerintah daerah agar perguruan tinggi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa yayasan yang menaungi institusi tersebut telah berdiri sejak 1977 dan terus beradaptasi menjawab kebutuhan pendidikan di Parepare dan sekitarnya.

Sementara itu, Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, mengapresiasi capaian Institut Andi Sapada dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor pendidikan.

“Sekitar Rp50 juta per tahun kami siapkan untuk membiayai mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu agar tidak putus kuliah,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan perguruan tinggi dengan akreditasi unggul di Parepare diharapkan dapat mengurangi kebutuhan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke luar daerah. FGD yang digelar turut menghadirkan Prof Dwi Cahyono, MSi, Ak sebagai pemateri secara virtual. (*)

Berita Terkait