Pilarkita.com, Parepare — Polres Parepare menunjukkan kepedulian kepada masyarakat melalui kehadiran Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Soreang, Aipda Abbas, di rumah duka salah satu warga binaannya, Kamis (17/9/2026). Kehadiran tersebut menjadi bentuk empati sekaligus upaya memperkuat kedekatan antara kepolisian dan masyarakat.
Aipda Abbas mendatangi rumah duka di Jalan Surya Manggu, RT 01/RW 05, Kelurahan Kampung Pisang, sekitar pukul 09.30 WITA. Ia hadir untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Ruslan bin Antong yang meninggal dunia karena sakit.
Di tengah suasana duka, kehadiran personel kepolisian menjadi bentuk dukungan moral bagi keluarga yang sedang menghadapi kehilangan. Aipda Abbas menyampaikan ucapan belasungkawa serta mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Selain itu, ia juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa berduka.
Kehadiran Bhabinkamtibmas tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan dan ketertiban, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial masyarakat. Melalui interaksi langsung, polisi dapat membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga di wilayah binaannya.
Pendekatan tersebut sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai informasi mengenai kondisi lingkungan. Warga dapat memberikan saran, masukan maupun menyampaikan persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dengan komunikasi yang terjalin secara langsung, berbagai informasi mengenai situasi lingkungan diharapkan dapat diterima kepolisian lebih cepat. Hal itu juga dapat mendukung upaya bersama dalam mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
Kehadiran Aipda Abbas di rumah duka menunjukkan bahwa tugas Bhabinkamtibmas memiliki ruang yang luas dalam membangun hubungan sosial dengan masyarakat. Polisi tidak hanya dituntut hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga ketika warga membutuhkan dukungan dalam berbagai situasi sosial.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Nusantara IPTU Suardi, SE, mengatakan kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga.
“Polri harus hadir sebagai sahabat dan teman masyarakat. Bukan hanya ketika ada persoalan, tetapi juga saat warga membutuhkan dukungan dan kepedulian,” ujar IPTU Suardi.
Menurut Suardi, komunikasi langsung menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Hubungan yang baik antara polisi dan warga juga membuat masyarakat memiliki ruang yang lebih terbuka untuk menyampaikan informasi terkait lingkungan sekitar.
Masukan dari masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Karena itu, komunikasi tidak hanya dilakukan ketika muncul persoalan, tetapi perlu dibangun secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan di tengah masyarakat.
Dalam interaksi dengan warga, Bhabinkamtibmas juga dapat menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara persuasif. Warga diajak untuk bersama-sama memperhatikan kondisi lingkungan serta menjaga keamanan di sekitar tempat tinggal masing-masing.
Hal tersebut penting karena keamanan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Partisipasi masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
Melalui kedekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan aktivitas atau kondisi yang berpotensi mengganggu keamanan. Sebaliknya, kepolisian dapat merespons informasi tersebut sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Kehadiran Aipda Abbas di rumah duka juga memperlihatkan sisi sosial dari tugas seorang Bhabinkamtibmas. Di balik seragam kepolisian, terdapat tanggung jawab untuk membangun hubungan kemasyarakatan, mendengarkan warga dan menjaga komunikasi tetap terbuka.
Bagi keluarga yang sedang kehilangan, kehadiran untuk menyampaikan belasungkawa dan doa merupakan bentuk perhatian yang sederhana. Namun, dukungan tersebut dapat memberikan penguatan moral bagi keluarga yang tengah menghadapi suasana duka.
Sementara bagi kepolisian, hubungan yang terbangun melalui interaksi sosial menjadi bagian dari modal penting untuk menjaga komunikasi dengan masyarakat. Kedekatan polisi dan warga dapat membantu menciptakan saluran komunikasi yang lebih terbuka dalam menjaga keamanan lingkungan.
Suardi menegaskan, komunikasi yang baik akan memudahkan kepolisian memperoleh informasi mengenai perkembangan situasi di tengah masyarakat.
“Ketika komunikasi antara polisi dan masyarakat terjalin baik, berbagai informasi mengenai situasi lingkungan akan lebih mudah diterima. Itu yang terus kami dorong,” kata IPTU Suardi.
Karena itu, keberadaan Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat terus diarahkan tidak sebatas menjalankan tugas terkait keamanan. Kehadiran secara langsung dalam berbagai kegiatan sosial juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan dan hubungan yang lebih erat dengan warga.
Di Kelurahan Kampung Pisang, kehadiran Aipda Abbas di rumah duka menjadi salah satu contoh bagaimana komunikasi antara polisi dan masyarakat dapat dibangun melalui kepedulian sederhana. Kehadiran tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pelayanan kepolisian dapat hadir dalam berbagai kondisi yang dihadapi masyarakat.
Pada akhirnya, menjaga keamanan lingkungan membutuhkan komunikasi dan partisipasi bersama antara kepolisian dan masyarakat. Dengan hubungan yang terbuka, warga dapat lebih mudah menyampaikan informasi, sementara kepolisian dapat terus meningkatkan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat.
(MS)





