Parepare — Polantas Parepare menunjukkan pendekatan berbeda saat memantau antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Senin (14/9/2026) pagi. Selain memastikan arus kendaraan tetap tertib, personel Satlantas Polres Parepare membagikan air minum kepada pengendara yang sedang menunggu giliran mengisi BBM.
Aksi tersebut berlangsung di dua lokasi, yakni SPBU Pertamina Ujung Bulu di Jalan Karaeng Burane dan SPBU Patung Pemuda di Jalan Bau Massepe, Kota Parepare.
Di tengah antrean kendaraan yang cukup menyita waktu pengendara, polisi memilih hadir lebih dekat dengan masyarakat. Personel Satlantas menyapa pengendara dan membagikan air minum kemasan sambil menyampaikan pesan mengenai keselamatan berlalu lintas.
Pendekatan itu membuat aktivitas pengawasan di kawasan SPBU tidak hanya berorientasi pada pengaturan kendaraan. Polisi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun komunikasi yang lebih santai dengan masyarakat.
Kehadiran personel Satlantas di SPBU menjadi kesempatan untuk mengingatkan pengendara agar tetap bersabar selama berada dalam antrean.
Petugas juga meminta masyarakat memperhatikan posisi kendaraan masing-masing. Pengendara diingatkan agar tidak memarkir atau meninggalkan kendaraan pada titik yang dapat menghambat pergerakan kendaraan lain.
Ketertiban di tengah antrean BBM menjadi bagian penting dari keselamatan, terutama ketika jumlah kendaraan meningkat dan ruang gerak di sekitar SPBU menjadi lebih terbatas.
Kasat Lantas Polres Parepare AKP Dr. Rusdi Yunus, S.H., M.H., mengatakan kepolisian ingin membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui pendekatan humanis.
Menurut Rusdi, polisi tidak semestinya hanya terlihat ketika melakukan penindakan terhadap pelanggaran. Kehadiran aparat di tengah masyarakat juga harus memberikan rasa nyaman dan manfaat.
“Kami ingin masyarakat melihat Polantas bukan hanya ketika melakukan penindakan. Kehadiran kami juga harus membawa manfaat dan rasa nyaman bagi masyarakat, termasuk ketika mereka sedang mengantre BBM,” ujar Rusdi.
Ia menjelaskan, pembagian air minum merupakan bentuk perhatian sederhana sekaligus menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi dengan para pengendara.
Setelah menyapa masyarakat, personel kemudian menyampaikan imbauan mengenai pentingnya menjaga ketertiban di kawasan SPBU.
“Pesan keselamatan akan lebih mudah diterima ketika komunikasi dibangun dengan pendekatan yang humanis. Kami mengajak pengendara bersabar, menjaga ketertiban, dan tidak memarkir kendaraan yang bisa mengganggu pengguna jalan lainnya,” kata Rusdi.
Kegiatan Satlantas Polres Parepare tersebut dilakukan sejak pagi di kedua lokasi tersebut, personel berinteraksi langsung dengan pengendara yang sedang menunggu pengisian BBM. Polisi sekaligus memantau kondisi lalu lintas di sekitar SPBU agar antrean kendaraan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
Kehadiran petugas juga menjadi pengingat agar pengendara tidak hanya fokus mendapatkan BBM, tetapi tetap memperhatikan situasi di sekitarnya.
Antrean kendaraan yang tidak tertata berpotensi mengganggu akses pengguna jalan lain. Karena itu, petugas mengarahkan masyarakat untuk menempatkan kendaraan secara tertib dan tidak mengambil ruang yang dapat menghambat arus kendaraan.
Imbauan tersebut disampaikan secara langsung sehingga pengendara dapat memahami alasan di balik setiap arahan petugas.
Bagi Satlantas Polres Parepare, pembagian air minum bukan sekadar kegiatan berbagi kepada masyarakat.
Kegiatan Polantas Karib Berbagi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan polisi dalam situasi yang lebih dekat dengan keseharian warga.
Ketika pengendara sedang menunggu antrean, personel memiliki kesempatan untuk menyapa sekaligus mendengarkan respons masyarakat. Dari komunikasi sederhana itu, pesan mengenai keselamatan dapat disampaikan tanpa menciptakan jarak antara polisi dan pengguna jalan.
Air minum yang dibagikan memang sederhana, tetapi pendekatan yang menyertainya menjadi bagian penting dari komunikasi kepolisian.
Pesan tentang kesabaran, ketertiban, dan keselamatan tidak selalu harus disampaikan melalui teguran. Dalam kondisi tertentu, pendekatan yang lebih persuasif justru dapat membuat masyarakat lebih terbuka menerima imbauan.
Hal tersebut juga menunjukkan bahwa edukasi lalu lintas dapat berlangsung di berbagai ruang publik, termasuk ketika masyarakat sedang mengantre BBM.
Kegiatan Polantas Parepare tersebut sekaligus membawa pesan bahwa kesadaran berlalu lintas tidak semata-mata dibangun melalui sanksi.
Dalam situasi antrean, misalnya, pengendara memiliki tanggung jawab untuk menjaga ruang gerak kendaraan lain. Kesabaran menjadi penting agar kepentingan mendapatkan BBM tidak berujung pada gangguan lalu lintas.
Karena itu, personel mengajak masyarakat untuk saling menghargai selama berada di kawasan SPBU maupun ruas jalan di sekitarnya.
Polisi hadir bukan hanya untuk mengatur, tetapi juga mengajak masyarakat menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan nyaman secara bersama-sama.
Melalui pendekatan humanis tersebut, Satlantas Polres Parepare berupaya memperkuat hubungan dengan masyarakat. Harapannya, komunikasi yang terbangun tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berkembang menjadi kesadaran bersama dalam menjaga ketertiban lalu lintas.
Pada akhirnya, secangkir air mungkin tidak mengubah panjangnya antrean BBM. Namun, sebuah sapaan dan perhatian kecil bisa mengubah cara pesan keselamatan diterima. Di situlah pendekatan humanis kepolisian menemukan maknanya: hadir, peduli, lalu mengajak masyarakat tertib tanpa harus selalu datang dengan nada teguran.
(MS)




