PAREPARE — Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Polres Parepare kembali turun langsung ke tengah masyarakat melalui program Jumat Curhat. Kali ini, polisi menyambangi warga RT 02 RW 02, Kelurahan Kampung Pisang, untuk mendengar berbagai persoalan keamanan sekaligus menyampaikan sejumlah imbauan.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana santai. Polisi dan warga duduk bersama, membahas kondisi keamanan lingkungan, aktivitas kendaraan di sekitar kawasan pelabuhan, hingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Wakil Kepala Polsek Kawasan Pelabuhan, IPTU Sunarya, memimpin kegiatan tersebut bersama Bhabinkamtibmas, Aipda Abbas.
Pertemuan itu menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan keluhan dan masukan secara langsung kepada kepolisian. Sejumlah persoalan yang dibahas antara lain keamanan lingkungan pada malam hari, aktivitas kendaraan yang keluar-masuk kawasan pelabuhan, serta potensi gangguan kamtibmas di sekitar permukiman.
Polisi Ingatkan Bahaya Kebakaran
Dalam kesempatan tersebut, IPTU Sunarya mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Imbauan itu dinilai penting mengingat Kampung Pisang merupakan kawasan permukiman yang cukup padat dan berada tidak jauh dari kawasan pelabuhan.
Selain kondisi lingkungan, penggunaan berbagai perangkat listrik di rumah juga perlu mendapat perhatian. Warga diminta memastikan peralatan yang tidak digunakan dalam kondisi aman serta tidak meninggalkan aktivitas memasak tanpa pengawasan.
“Musim kemarau dan banyaknya instalasi listrik di rumah warga harus jadi perhatian. Pastikan kompor dimatikan, colokan dicabut kalau tidak dipakai, dan siapkan alat pemadam sederhana,” kata IPTU Sunarya.
Menurut dia, langkah pencegahan sederhana dapat menjadi bagian penting dalam mengantisipasi kebakaran. Terlebih, api dapat dengan cepat merambat apabila terjadi di kawasan permukiman yang padat.
Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh potensi sumber api, termasuk hubungan arus pendek listrik, kompor, maupun aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran.
Aktivitas Pelabuhan, Warga Diminta Tertib di Jalan
Selain persoalan kebakaran, kepolisian juga menyoroti keselamatan berlalu lintas di sekitar kawasan pelabuhan.
Aktivitas kendaraan yang berkaitan dengan kegiatan bongkar muat membuat mobilitas di sejumlah ruas jalan menjadi lebih ramai. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian dari seluruh pengguna jalan agar tidak menimbulkan kecelakaan maupun gangguan arus lalu lintas.
IPTU Sunarya mengingatkan pengendara untuk mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan helm bagi pengendara sepeda motor, serta tidak memanfaatkan badan jalan sebagai tempat parkir sembarangan.
“Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita bersama. Pelan-pelan, utamakan pejalan kaki, dan jangan berkendara sambil main HP,” ujarnya.
Ia menilai kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan hanya berkaitan dengan penindakan, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya keselamatan di tengah masyarakat.
Pengendara juga diminta lebih berhati-hati ketika melintas di kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi, khususnya di sekitar akses menuju dan keluar dari kawasan pelabuhan.
Polisi Buka Ruang Pengaduan Warga
IPTU Sunarya mengatakan program Jumat Curhat tidak sekadar menjadi kegiatan tatap muka antara polisi dan masyarakat. Forum tersebut juga menjadi sarana untuk mengetahui secara langsung persoalan yang dirasakan warga.
Menurutnya, informasi dari masyarakat dapat membantu kepolisian mengambil langkah yang lebih tepat dalam menjaga situasi kamtibmas.
“Jumat Curhat ini ruang kita untuk saling mendengar. Apa yang menjadi keresahan warga akan kami catat dan tindaklanjuti. Tujuannya satu, menciptakan rasa aman,” tutur IPTU Sunarya.
Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak dapat hanya mengandalkan kepolisian. Peran aktif masyarakat, mulai dari kepedulian terhadap lingkungan hingga keberanian menyampaikan informasi, menjadi bagian penting dalam mencegah gangguan kamtibmas.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Aipda Abbas mengajak warga RT 02 RW 02 untuk tidak ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas atau situasi yang dianggap mencurigakan.
Komunikasi antara Bhabinkamtibmas dan masyarakat diharapkan tetap terjaga sehingga persoalan di lingkungan dapat diketahui lebih cepat dan ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Warga Apresiasi Jumat Curhat
Warga menyambut positif kegiatan tersebut. Pertemuan secara langsung dinilai memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan persoalan tanpa harus melalui proses yang panjang.
Model komunikasi seperti ini juga dinilai dapat memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, khususnya di kawasan permukiman yang berdekatan dengan aktivitas pelabuhan.
Program Jumat Curhat sendiri merupakan salah satu bentuk pendekatan Polri kepada masyarakat. Melalui forum tersebut, polisi dapat mendengar langsung aspirasi, keluhan, maupun masukan warga sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
Di wilayah hukum Polres Parepare, kegiatan serupa terus dilakukan di berbagai wilayah. Pendekatan tatap muka tersebut menjadi salah satu upaya kepolisian menjaga komunikasi dengan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Bagi kepolisian, keamanan bukan hanya persoalan patroli dan penegakan hukum. Mencegah kebakaran, tertib berlalu lintas, serta cepat melaporkan potensi gangguan juga merupakan bagian dari menjaga keamanan bersama.
(MS)






