PAREPARE, PILARKITA.COM – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, meninjau kondisi Pasar Lakessi pasca relokasi pedagang, Selasa, 4 November 2025.
Dalam kegiatan itu, Wali Kota Tasming didampingi Kapolsek Soreang Polres Parepare Iptu Amir Usman, Kepala Dinas Perdagangan Andi Wisnah, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Parepare. Turut hadir pula Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Andi Ardian Asyraq, Kadis PUPR Budi Rusdi, Kepala Pelaksana BPBD Rasdi Gary, Camat Soreang Awaluddin, serta jajaran Polsek Soreang, Brimob, Babinsa Lakessi, dan Satpol PP yang bertugas menjaga keamanan kegiatan.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota turun langsung meninjau lapak-lapak pedagang yang telah direlokasi, sembari berdialog dengan para pedagang untuk menyerap aspirasi terkait penataan pasar pasca relokasi.
Usai meninjau lapangan, Tasming Hamid pun menggelar pertemuan di Posko Kerukunan Keluarga Pasar (KKP) bersama instansi terkait dan perwakilan pedagang. Pertemuan tersebut membahas berbagai masukan dan harapan pedagang mengenai kondisi Pasar Lakessi.
“Bongkar bangunan bisa saja dilakukan, tapi harus kita hitung dampaknya terhadap kerugian negara yang harus ditanggung. Untuk itu, saya minta perwakilan pedagang membantu mengimbau agar semua pindah bersama-sama. Setelah itu baru kita benahi kekurangan yang ada,” ujar Tasming Hamid.
Kegiatan peninjauan berakhir dalam suasana aman dan kondusif. Kehadiran langsung Wali Kota di lokasi dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menata kawasan Pasar Lakessi agar menjadi lebih tertib, nyaman, dan representatif, baik bagi pedagang maupun pembeli.
Sebelumnya, relokasi pedagang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan Kota Parepare, Andi Wisnah, didampingi pejabat struktural, dan staf.
Menurutnya, relokasi ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Parepare untuk menciptakan pasar yang lebih tertata, bersih, dan aman. Lahan yang sebelumnya digunakan untuk berjualan di badan jalan akan difungsikan sebagai area parkir bagi pembeli dan pedagang.
Proses relokasi dilakukan secara bertahap, dimulai dari pedagang sayur yang lebih dulu , dan akan menempati lokasi baru di dalam area Pasar Semi Modern Lakessi. Selanjutnya, giliran pedagang ikan akan mengikuti pemindahan serupa.
Seluruh pedagang mendapatkan tempat jualan baru secara adil dan transparan melalui sistem pengundian lods, yang dilakukan sehari sebelum relokasi.
“Semua tempat sudah disiapkan dan dibagi lewat undian. Ini untuk menghindari kecemburuan antar pedagang. Relokasi juga tidak dipungut biaya, alias gratis. Kami yakin, setelah semua tertata, pembeli akan lebih nyaman berbelanja di dalam pasar karena suasananya bersih, aman, dan tidak macet,” ujarnya.
Selain relokasi di sisi barat, Disdag juga menggelar pengundian tempat untuk pedagang yang akan direlokasi, dan membantu pemindahan barang dagangan mereka ke lokasi baru.
Total sekitar 200 lebih pedagang akan direlokasi secara bertahap untuk menempati Blok L Pasar Semi Modern Lakessi, yang telah disiapkan dengan fasilitas representatif.
“Tempat jualan sudah kami siapkan dengan baik di Blok L. Jadi proses relokasi dilakukan setelah lokasi benar-benar siap digunakan,” pungkas Andi Wisnah.
Relokasi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih tertib, kondusif, dan modern, sekaligus mendukung komitmen Pemkot Parepare dalam mewujudkan pasar yang bersih, nyaman, dan berdaya saing. (*)






