PAREPARE — Rumah Sakit Hasri Ainun Habibie Parepare terus memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan dengan meningkatkan sarana dan prasarana, termasuk pengadaan alat kesehatan (alkes) serta pembangunan gedung perawatan Tower 2.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Medis (Yanmed) RS Hasri Ainun Habibie Parepare, Abdul Risal, yang juga merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek yang saat ini berjalan di rumah sakit tersebut, saat ditemui pada Rabu, 9 September 2026.
Menurut Abdul Risal, pengadaan alkes diarahkan untuk mendukung pengembangan sejumlah layanan rujukan, antara lain kanker, jantung, stroke, urologi, serta kesehatan ibu dan anak (KIA).
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah kelengkapan peralatan untuk pelayanan mata. Selama ini, keterbatasan sarana dan prasarana membuat pelayanan mata belum dapat dikembangkan secara optimal sehingga pasien tertentu masih harus dirujuk ke Makassar.
Selain peralatan mata, pengadaan juga mencakup peralatan untuk mendukung pemeriksaan atau penanganan epilepsi, pengembangan patologi yang menunjang layanan kanker, serta sejumlah alat kesehatan lainnya.
“Alkes ini untuk mensupport rumah sakit sebagai layanan rujukan kanker, jantung, stroke, urologi, KIA dan layanan lainnya,” ujar Abdul Risal.
Ia mengatakan, penguatan sarana kesehatan menjadi penting karena RS Hasri Ainun Habibie Parepare telah memiliki sumber daya manusia dengan kompetensi tertentu yang dapat mendukung pelayanan rujukan.
Khusus pelayanan kesehatan ibu dan anak, rumah sakit telah memiliki dokter spesialis anak dengan kompetensi fellowship, termasuk dukungan terhadap pelayanan neonatologi. Karena itu, keberadaan alat kesehatan yang memadai diperlukan agar pasien tidak selalu harus dirujuk ke Makassar.
“Untuk mensupport itu harus diutamakan alkes. Saat ini bisa, tapi belum cukup,” katanya.
Sejumlah peralatan juga telah disiapkan, di antaranya ventilator dewasa dan ventilator anak. Rumah sakit juga menyiapkan peralatan untuk mendukung pelayanan dan operasi mata.
Selain pengadaan alat kesehatan, RS Hasri Ainun Habibie Parepare saat ini juga membangun Tower 2 yang direncanakan menjadi gedung perawatan.
Tahap awal pembangunan tersebut memiliki anggaran sekitar Rp6,1 miliar dengan kapasitas 20 tempat tidur. Struktur bangunan dirancang untuk dapat dikembangkan hingga lima lantai, menyesuaikan ketersediaan anggaran pada tahap berikutnya.
Abdul Risal mengatakan, pembangunan tambahan ruang perawatan dibutuhkan karena kapasitas tempat tidur rumah sakit saat ini sudah cukup padat.
“Rumah sakit ini sekarang sudah full. Makanya kita tambah lagi,” ujarnya.
Saat ini RS Hasri Ainun Habibie memiliki sekitar 204 tempat tidur, dengan tingkat keterisian atau Bed Occupancy Rate (BOR) berkisar 60 hingga 80 persen.
Kondisi tersebut diperkirakan semakin membutuhkan tambahan ruang perawatan apabila pengembangan layanan rujukan kanker, jantung, stroke, urologi, serta KIA berjalan secara optimal.
Pada tahap awal, Tower 2 menyediakan 20 tempat tidur. Namun, secara desain kapasitasnya masih dapat dikembangkan hingga sekitar 40 tempat tidur dalam satu lantai apabila pembangunan dan anggaran lanjutan tersedia. (*)






