Daerah

Reuni SMANSA 277: Lisu Mappalece …

Niat mau standing  ovation . Saya terkesima menyaksikan tarian yang diliukkan di reuni alumni SMANSA 277 Sinjai, Senin (23/3) malam.  Tapi, saya ketularan orang-orang sekitar. Hanya bertepuk tangan sambil duduk.  Padahal sangat layak di- standing ovation .

Koreografer tarian itu adalah Andi Aslindah. Sedangkan penata artistiknya Hj. Ince Hilda Ismail. Keduanya guru Seni-Budaya di SMA 1 Sinjai.

Tarian itu jadi ajang pembuktian keduanya. Bahwa, mereka tidak sekadar mahir di ruang kelas, tapi juga terampil di pentas.  Aslindah sukses dengan rancangan tarian. Hilda sukses menghidupkan atmosfer pementasan.

Aslindah dan Hilda sukses membawa alur gerak tari sesuai tema reuni: Lao Mattuju, Lisu Mappideceng.

*

Reuni kali ini memang agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ada rada-rada uniknya.  Seperti angkatan 1991 yang dikawal Massalinri Hasmar, dokter spesialis saraf yang berpraktik di Sinjai. Kostumnya unik. Bawahannya  mengenakan  sarung.

Pun angkatan 2025. Mungkin karena belum genap setahun lulus, mereka mengenakan pakaian ala anak SMA: baju putih, celana abu-abu. Lengkap dengan dasi berlogo SMA. Unik abislah.

Kalau angkatan ’90 ke bawah, sedekat mata memandang, pakaiannya umum saja. Busananya lebih menyesuaikan usia. Memang sudah pada lansia. Atau sudah depan gerbang lansia. Sebagian pria memakai batik. Tapi, lebih banyak  yang mengenakan  casual shirt. Terkesan variatif dan santai.

Model baju perempuan juga beragam. Tapi, umumnya mengenakan gamis modern.

                  *

Di reuni akbar itu, warna dan model pakaian memang beragam. Tapi, pada akhirnya pandangan  seragam tertuju ke arah utara halaman sekolah itu.

Di sana, ada bangunan baru. Sebuah  panggung. Dibangun dari hasil urunan sejumlah alumni. Ada yang urunan duit, ada yang urunan doa. Bangunan itu diberi nama : PANGGUNG ALUMNI. Menghabiskan dana sekitar Rp. 95 juta, dengan doa yang tak habis-habis.

Ketua Umum IKA SMANSA 277, Kahar Kantao, yang selama ini  memiliki kepedulian besar terhadap SMA 1 (dulu SMA 277) Sinjai, tentu sangat bahagia.

“Terima kasih kepada semua alumni, khususnya adik-adik angkatan 2000 dan 2001 yang telah mengawal sampai panggung alumni ini berdiri. Luar biasa,” tuturnya. Kahar Kantao sendiri adalah angkatan 1984.

“Mungkin yang hadir di sini, saya yang paling tua,” kelakarnya.

Pita yang membentang di panggung itu akhirnya digunting oleh Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda. Sekaligus sebagai tanda peresmian. “Keberadaan panggung alumni ini adalah wujud kecintaan alumni terhadap sekolahnya,” kata Mahyanto.

Saya baru menyadari. Ketika Mahyanto menyatakan itu, semua alumni yang hadir seharusnya standing ovation juga. Bagaimanapun, panggung itu adalah prestasi alumni. Panggung itu adalah prestise sekolah.

Tapi, masih ada waktu untuk standing ovation . Kita berdoa, semoga impian ketua umum IKA, Kahar Kantao, untuk terbangunnya gedung 8 lantai di sekolah itu terwujud.

Jika panggung alumni berdiri dengan semangat: Lao Mattuju, Lisu Mappideceng , maka mewujudkan gedung 8 lantai itu, mungkin, bisa meminjam tagline master of  ceremony alias MC di reuni itu:  Lao Mattuju, Lisu Mappalece.

Oh, ya, saya juga harus memuji MC itu. Penampilan kalian keren dan wow . (*)

Berita Terkait