PAREPARE, PILARKITA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan banjir melalui program normalisasi atau pembersihan sungai secara menyeluruh. Kegiatan ini telah dimulai sejak 24 September 2025, dan menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan Parepare Bebas Banjir.
Program ini juga merupakan tindak lanjut dari visi dan misi Wali Kota Parepare periode 2025–2030 yang menekankan pentingnya penataan ruang dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, saat meninjau langsung lokasi pembersihan, menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program, mengingat musim hujan diperkirakan mulai awal Oktober.
“Untuk mempercepat pelaksanaan hingga ke hilir sungai, perlu dilakukan penambahan armada excavator agar pembersihan berjalan maksimal dan tidak terkendala kondisi cuaca,” ujarnya, Rabu, 8 Oktober 2025.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas PUPR Kota Parepare, Budi Rusdi, langsung menambah satu unit excavator di Segmen 2 (Tegal) untuk mempercepat proses pengerukan.
“Hingga saat ini, pembersihan telah mencakup sepanjang 2.259 meter di Segmen 1 dan 1.150 meter di Segmen 2, dari total panjang sungai 8.830 meter yang terbagi dalam enam segmen,” kata Budi.
Kegiatan ini difokuskan mulai dari Hulu Sungai Jawi-Jawi hingga Hilir Sungai Karajae, untuk memastikan kelancaran aliran air dan mencegah terjadinya penyumbatan yang berpotensi menimbulkan banjir.
Selain pengerukan, pembersihan juga mencakup penataan bantaran sungai agar lingkungan lebih tertib dan sehat.
Budi menambahkan, pihaknya juga melibatkan masyarakat sekitar untuk turut menjaga kebersihan aliran sungai dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Pembersihan sungai ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran bersama. Kami berharap masyarakat mendukung penuh agar upaya menjadikan Parepare bebas banjir bisa terwujud,” ujarnya.
Ke depan, program ini akan menjadi kegiatan rutin tahunan Dinas PUPR sebagai solusi jangka panjang dalam penanggulangan banjir sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Kota Parepare. (*)







