Parepare — Mediasi sengketa harta gonogini yang melibatkan sejumlah warga digelar di Kantor Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Kamis (3/9/2026). Langkah tersebut dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Baru sebagai upaya menyelesaikan persoalan secara musyawarah sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Mediasi berlangsung sekitar 1,5 jam, mulai pukul 10.00 WITA hingga 11.30 WITA. Pertemuan mempertemukan Lk. Mus Mulyadi bersama mantan istrinya, Pr. Hj. Sri Wahyuni, dengan Lk. Jafar. Dalam kegiatan tersebut, Lk. H. Sapar hadir sebagai perwakilan dari pihak Mus Mulyadi dan mantan istrinya.
Selain para pihak yang terlibat, kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Kampung Baru Andi Muhammad Ridha Paduppa, Ketua LPMK Lanungka, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Baru BRIGPOL AKRAB.
Persoalan yang dibahas dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan kesalahpahaman mengenai penjualan harta gonogini yang berada di wilayah RT 05 RW 03, Jl. Atletik Timur, Kelurahan Kampung Baru.
Bhabinkamtibmas Dorong Penyelesaian Secara Kekeluargaan
Dalam proses mediasi, para pihak diberikan ruang untuk menyampaikan persoalan dan pandangan masing-masing. Pendekatan dialog menjadi pilihan agar permasalahan dapat dibahas secara terbuka tanpa memperbesar potensi konflik di tengah masyarakat.
Lurah Kampung Baru Andi Muhammad Ridha Paduppa mengapresiasi langkah Bhabinkamtibmas yang memfasilitasi pertemuan tersebut.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Bhabinkamtibmas dalam memfasilitasi mediasi ini. Dengan duduk bersama, permasalahan warga bisa diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus ke jalur hukum. Ini yang kita harapkan,” ujarnya.
Menurutnya, komunikasi langsung antara pihak-pihak yang berselisih dapat membuka ruang penyelesaian yang lebih baik. Karena itu, keterlibatan unsur pemerintahan kelurahan bersama kepolisian dinilai penting dalam menjaga hubungan sosial warga.
Mediasi menjadi salah satu upaya preventif untuk mencegah persoalan warga berkembang menjadi gangguan kamtibmas.
Polri Perkuat Pendekatan Humanis
Kapolsek Bacukiki AKP Bustan Tarika memberikan dukungan terhadap pelaksanaan mediasi tersebut. Ia menilai penyelesaian persoalan melalui pendekatan humanis merupakan bagian dari kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Mediasi yang dilakukan Bhabinkamtibmas ini adalah bentuk nyata Polri hadir di tengah masyarakat. Kami berharap dengan pendekatan humanis dan kekeluargaan seperti ini, setiap permasalahan warga dapat diselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan gangguan kamtibmas,” tegasnya.
Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum. Di tingkat lingkungan, Bhabinkamtibmas juga memiliki peran dalam membangun komunikasi, mendeteksi persoalan sosial, serta mendorong masyarakat mencari penyelesaian yang tidak memicu konflik.
Dalam konteks tersebut, komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
Bhabinkamtibmas Ajak Warga Jaga Keamanan Lingkungan
Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Baru BRIGPOL AKRAB menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak semata-mata untuk menangani persoalan hukum. Menurutnya, kepolisian juga berupaya menjadi mitra warga dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Kehadiran Polri bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai sahabat dan mitra masyarakat. Dengan membangun komunikasi dan kemitraan yang baik, kita bisa bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah,” jelasnya.
Setelah proses mediasi selesai, Bhabinkamtibmas melanjutkan kegiatan dengan melakukan kontrol terhadap aktivitas warga di wilayah Kelurahan Kampung Baru.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar terus menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama. Salah satu langkah yang didorong adalah mengaktifkan kembali kegiatan Siskamling di masing-masing RT.
Siskamling dinilai dapat menjadi sarana bagi warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan. Selain memperkuat keamanan, kegiatan tersebut juga dapat mempererat komunikasi antarwarga sehingga persoalan yang muncul dapat diketahui dan ditangani lebih awal.
Mediasi Berjalan Lancar, Para Pihak Sepakat Bermusyawarah
Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan saran maupun informasi terkait kondisi keamanan di lingkungan mereka.
Informasi dari warga menjadi bagian penting dalam evaluasi pelayanan kepolisian di tingkat kelurahan. Dengan komunikasi yang berjalan secara rutin, persoalan sosial maupun potensi gangguan keamanan diharapkan dapat diketahui lebih cepat.
Pada akhir pertemuan, mediasi sengketa harta gonogini berlangsung lancar. Para pihak yang terlibat sepakat menyelesaikan persoalan melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan.
Kesepakatan tersebut menjadi langkah positif dalam meredam potensi perselisihan sekaligus menjaga hubungan sosial masyarakat di Kelurahan Kampung Baru.
Kegiatan itu juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah kelurahan, lembaga kemasyarakatan, dan warga dalam menangani persoalan yang muncul di lingkungan.
Dengan penyelesaian yang mengedepankan komunikasi, masyarakat memiliki ruang untuk mencari solusi secara bersama-sama. Di sisi lain, keterlibatan Bhabinkamtibmas dapat membantu menjaga agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang mengganggu keamanan dan ketertiban.
Upaya menjaga kamtibmas tidak hanya dilakukan ketika gangguan terjadi, tetapi juga melalui pencegahan, komunikasi, dan penyelesaian persoalan secara dini.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Baru menyatakan akan terus menerima masukan dan informasi dari masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan kepada warga.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan Kelurahan Kampung Baru yang semakin aman, tertib, dan kondusif.
(MS)




