MAJANE, PILARKITA.COM – Peluh dari pagi hingga sore hari di pesisir Desa Balombong, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, menghasilkan asa. Dari warga yang selalu cemas karena ancaman ombak.
Di desa itu, kini berdiri tanggul penahan ombak sepanjang 91 meter dengan tinggi 2 meter. Hasil keringat gotong royong antara prajurit Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 1401/Majene dan masyarakat setempat.
Bagi warga seperti Mulyadi, seorang petani sekaligus nelayan, tanggul ini adalah perlindungan yang sudah lama didamba.
“Kami sangat berterima kasih karena selama ini setiap masuk musim barat, belum masuk sudah was-was kita. Karena setiap tahun itu, pokoknya hilang perkampungan satu meter,” ungkap Mulyadi. Ia menyaksikan sendiri bagaimana abrasi terus mengikis tanah tempat tinggalnya.
Kini, dengan adanya pembangunan yang dilaukan Kodim 1401 Majene melalui program fisik TMMD ke-126, Mulyadi merasa aman. “Sekarang ini Alhamdulillah kelihatannya pun sudah ada perlindungan. Perkampungan yang terkikis atau abrasi akan berhenti,” katanya, belum lama ini, tak jauh dari lokasi pembangunan tanggul yang dilakukan Satgas TMMD Kodim 1401 Majene.
Hal sama dikatakan Haji Sideng, tokoh masyarakat Desa Balombong. Ia berkisah keparahan kondisi sebelum adanya tanggul. “Memang ombaknya luar biasa, sangat luar biasa, bahkan masuk sampai ke dalam rumah,” kenangnya, menceritakan penderitaan yang berulang setiap puncak musim ombak, biasanya pada bulan Januari hingga Februari. “Dengan adanya tanggul ini, kami merasa lebih tenang,” ujar Haji Sideng.
Pembangunan tanggul penahan ombak ini, menurut Dansatgas TMMD Kodim 1401/Majene, Letkol Czi I Made Bagus Asmara Putra, ST, MIP, merupakan sasaran fisik prioritas TMMD. Proyek ini melibatkan 30 personel TNI yang didampingi 35 warga setempat, bekerja bahu-membahu di bawah terik matahari.
“Pembuatan talud ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya banjir rob dan mencegah abrasi pantai. Sebelum ada talud, warga sering merasa cemas ketika angin kencang dan gelombang tinggi datang,” jelas Letkol Czi I Made Bagus Asmara Putra.
Apa yang dikatakan Letkol Czi I Made Bagus Asmara Putra, ST, MIP tentang manfaat besar itu, telah dirasakan warga. Namun, baik Mulyadi maupun Haji Sideng menyampaikan satu harapan besar kepada pemerintah : keberlanjutan pembangunan.
“Harapan kami semoga keberlanjutan ini kan bisa tahun depan,” harap Mulyadi. “Karena masalah kami ini nelayan, masalah tempat perahu kan bisa cari tempat lain. Kalau rumah tidak bisa dipindahkan.”
Haji Sideng menambahkan, harapan ke pemerintah, agar ada keberlanjutan dari apa yang telah dibangun Satgas TMMD Kodim Majene.
“Harap berlanjut lagi. Terus terang pembangunan tanggul ini, Kodim 1401/Majene tidak hanya memberikan infrastruktur fisik, tetapi juga membangun rasa aman, sekaligus memperkokoh ikatan batin antara TNI dan rakyat, yang menjadi fondasi kokoh bagi pembangunan desa di Balombong.” (*)







