Nasional

Kolonel Haryo Mustoko Tegaskan Pentingnya Transformasi Riset Akademik Menjadi Solusi Nyata Masyarakat

BOGOR – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) terus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam membangun karakter bela negara melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis hasil riset. Upaya tersebut diwujudkan melalui ekspose hasil penelitian Unhan RI yang diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mengembangkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar bela negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kegiatan ekspose hasil penelitian tersebut disampaikan Kolonel Inf Dr Haryo Mustoko, S Sos, M.M., CIT., selaku Kepala Pusat Program Bela Negara dan Pengabdian Masyarakat LPPM Unhan RI, kepada 40 peserta Training of Facilitator (TOF) Bela Negara Gelombang III Tahun 2026. Peserta terdiri atas 30 orang pria dan 10 orang wanita yang dipersiapkan untuk berperan aktif sebagai fasilitator dalam menyebarluaskan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai bela negara di tengah masyarakat.

Dalam paparannya, Kolonel Inf. Dr. Haryo Mustoko menekankan bahwa hasil penelitian perguruan tinggi tidak seharusnya berhenti pada publikasi ilmiah, laporan penelitian, atau pemenuhan luaran akademik semata. Hasil riset perlu ditindaklanjuti melalui proses hilirisasi agar pengetahuan, inovasi, dan teknologi yang dihasilkan dapat diterapkan, dimanfaatkan, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu jalur strategis untuk menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan nyata masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, perguruan tinggi dapat menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, ketahanan pangan, lingkungan, hingga penguatan karakter kebangsaan. Dengan demikian, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian yang saling terintegrasi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Hilirisasi Hasil Riset untuk Penguatan Nilai-Nilai Bela Negara

Dalam konteks Universitas Pertahanan RI, hilirisasi hasil penelitian memiliki arti strategis karena tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mendukung penguatan ketahanan nasional melalui pemberdayaan masyarakat. Hasil riset yang diimplementasikan secara tepat dapat membantu meningkatkan kapasitas masyarakat, memperkuat kemandirian, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mendorong partisipasi aktif warga negara dalam pembangunan nasional.

Kolonel Inf. Dr. Haryo Mustoko menjelaskan bahwa nilai-nilai bela negara perlu dikembangkan melalui pendekatan yang konkret, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Nilai cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara, kerelaan berkorban bagi bangsa dan negara, serta kemampuan awal bela negara harus tercermin dalam perilaku dan tindakan nyata.

Oleh karena itu, hasil penelitian perguruan tinggi dapat menjadi sarana untuk menginternalisasikan nilai-nilai bela negara melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. Sebagai contoh, penerapan hasil riset di bidang pertanian dapat mendukung kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian di bidang teknologi dapat membantu masyarakat mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan lokal, sedangkan penelitian di bidang sosial dan pendidikan dapat memperkuat literasi kebangsaan, kepedulian sosial, serta ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.

Pendekatan ini menegaskan bahwa bela negara bukan hanya diwujudkan melalui aspek pertahanan militer, tetapi juga melalui kontribusi profesional, penguasaan ilmu pengetahuan, inovasi, produktivitas, kepedulian terhadap sesama, dan pengabdian sesuai dengan profesi masing-masing. Dengan demikian, hasil penelitian yang memberikan manfaat bagi masyarakat dapat menjadi bentuk nyata pengamalan nilai-nilai bela negara.

Peserta TOF sebagai Ujung Tombak Diseminasi Hasil Penelitian

Sebanyak 40 peserta TOF Bela Negara Gelombang III Tahun 2026 diharapkan mampu mengambil peran sebagai ujung tombak dalam menyebarluaskan hasil penelitian Unhan RI yang berdampak bagi masyarakat. Para peserta tidak hanya dipersiapkan untuk memahami materi bela negara, tetapi juga diharapkan memiliki kemampuan untuk mengomunikasikan pengetahuan, memfasilitasi pembelajaran, membangun partisipasi masyarakat, serta mendorong penerapan hasil riset sesuai dengan karakteristik dan potensi wilayah masing-masing.

Peran fasilitator menjadi penting karena keberhasilan pengabdian kepada masyarakat tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan atau tersampaikannya materi. Keberhasilan juga perlu dilihat dari sejauh mana masyarakat memahami manfaat hasil penelitian, mampu menerapkannya, serta memperoleh perubahan positif yang berkelanjutan.

Untuk itu, para peserta diharapkan dapat mengembangkan pola diseminasi yang komunikatif, partisipatif, dan mudah dipahami oleh berbagai kelompok masyarakat. Hasil penelitian perlu disampaikan dengan bahasa yang sederhana tanpa menghilangkan substansi ilmiahnya, disertai contoh penerapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, pengetahuan akademik dapat lebih mudah diterima dan dimanfaatkan secara luas.

Di samping itu, para fasilitator diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa masyarakat bukan hanya penerima manfaat, melainkan juga mitra aktif dalam proses pengembangan dan penerapan hasil penelitian. Keterlibatan masyarakat sejak identifikasi kebutuhan, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi manfaat akan memperkuat rasa memiliki dan mendukung keberlanjutan program pengabdian.

Mewujudkan Pengabdian Berdampak bagi Ketahanan Nasional

Kegiatan ekspose hasil penelitian Unhan RI melalui pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, fasilitator bela negara, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong pemanfaatan hasil riset secara lebih luas, sekaligus memperkuat karakter bangsa yang mandiri, berdaya saing, gotong royong, dan memiliki kepedulian terhadap kepentingan nasional.

LPPM Unhan RI berkomitmen untuk terus mendorong agar hasil penelitian sivitas akademika dapat dihilirisasikan melalui program pengabdian yang terarah, terukur, dan berkelanjutan. Dengan demikian, keberhasilan penelitian tidak hanya dilihat dari capaian akademik, tetapi juga dari manfaat, perubahan, dan kontribusi nyata yang dirasakan oleh masyarakat.

Melalui pembekalan kepada peserta TOF Bela Negara Gelombang III Tahun 2026, diharapkan terbentuk jejaring fasilitator yang mampu menjadi penghubung antara hasil riset perguruan tinggi dan kebutuhan masyarakat. Para peserta diharapkan dapat meneruskan pengetahuan, menggerakkan partisipasi, serta mengaktualisasikan nilai-nilai bela negara melalui kegiatan nyata yang sesuai dengan bidang dan lingkungan pengabdiannya.

Pada akhirnya, hilirisasi hasil penelitian melalui pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar proses pemanfaatan ilmu pengetahuan, melainkan juga wujud tanggung jawab perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional. Melalui kontribusi tersebut, Universitas Pertahanan Republik Indonesia menegaskan perannya dalam menghasilkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat, memperkuat kesadaran bela negara, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang tangguh dan ketahanan nasional yang semakin kokoh. (*)

 

 

Berita Terkait