JAKARTA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan dan nilai-nilai Bela Negara kepada sekitar 192 peserta Program Sekolah Pimpinan Bank Indonesia (SESPI) Semester II Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Bank Indonesia, Kebon Sirih, Lantai 6, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.
Materi disampaikan Kepala Pusat Program Bela Negara dan Pengabdian Masyarakat LPPM Universitas Pertahanan RI, Kolonel Inf Dr Haryo Mustoko S Sos, MM, CIT.
Pembekalan ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai wawasan kebangsaan dan implementasi nilai-nilai Bela Negara dalam pelaksanaan tugas, pengambilan keputusan, kepemimpinan, serta tanggung jawab profesional di lingkungan Bank Indonesia.
Program SESPI merupakan program pengembangan kompetensi kepemimpinan yang dirancang untuk membekali dan mempersiapkan pegawai Bank Indonesia dalam menghadapi peningkatan jenjang karier dan tanggung jawab organisasi.
Pada Semester II Tahun 2026, program SESPI terdiri atas empat jalur pendidikan kepemimpinan, yaitu:
- Sekolah Pimpinan Tinggi Bank Indonesia (SESPIBI), bagi pegawai pada pangkat Deputi Direktur yang dipersiapkan untuk promosi ke jenjang Direktur atau setingkat eselon IIA.
- Sekolah Pimpinan Utama (SESTABI), bagi pegawai pada pangkat Asisten Direktur yang dipersiapkan untuk promosi ke jenjang Deputi Direktur atau setingkat eselon IIB.
- Sekolah Pimpinan Madya Bank Indonesia (SESMABI), bagi pegawai pada pangkat Manajer yang dipersiapkan untuk promosi ke jenjang Asisten Direktur atau setingkat eselon III.
- Sekolah Pimpinan Muda Bank Indonesia (SESMUBI), bagi pegawai pada pangkat Asisten Manajer yang dipersiapkan untuk promosi ke jenjang Manajer atau setingkat eselon IV.
Keempat program tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia Bank Indonesia untuk menghasilkan pemimpin yang kompeten, berintegritas, profesional, dan mampu menjawab tantangan organisasi di tengah dinamika lingkungan strategis nasional maupun global.
Dalam pembekalannya, Kolonel Inf. Dr. Haryo Mustoko menekankan bahwa wawasan kebangsaan dan Bela Negara tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap identitas dan kepentingan nasional, tetapi juga harus diwujudkan melalui perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kerja.
Wawasan Kebangsaan menjadi landasan bagi setiap pemimpin untuk memahami posisi, tujuan, dan kepentingan bangsa Indonesia dalam menghadapi perubahan global.
Sementara itu, nilai-nilai Bela Negara menjadi pedoman dalam membangun sikap disiplin, tanggung jawab, cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta kesediaan berkontribusi sesuai profesi dan kompetensi masing-masing.
Materi juga menggarisbawahi pentingnya pengamalan empat konsensus dasar kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Pemahaman terhadap empat konsensus tersebut diharapkan menjadi fondasi moral dan kebangsaan bagi para calon pemimpin dalam menjalankan kewenangan secara bertanggung jawab, menjunjung tinggi etika, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
Dalam konteks pekerjaan di Bank Indonesia, implementasi nilai-nilai Bela Negara dapat diwujudkan melalui pelaksanaan tugas secara profesional dan berintegritas, kepatuhan terhadap peraturan dan kode etik, pengelolaan informasi secara aman, penguatan budaya antikorupsi, peningkatan kualitas pelayanan, serta pengambilan keputusan yang berorientasi pada kepentingan nasional.
Sebagai institusi yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, dan kelancaran sistem pembayaran, Bank Indonesia membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis dan manajerial, tetapi juga memiliki komitmen kebangsaan yang kuat.
Oleh karena itu, internalisasi nilai-nilai Bela Negara menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang berkarakter, tangguh, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Pembekalan ini juga menegaskan bahwa Bela Negara merupakan tanggung jawab seluruh warga negara sesuai dengan profesi dan perannya masing-masing. Bagi insan Bank Indonesia, kontribusi terhadap negara dapat diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang profesional, menjaga kepercayaan publik, memperkuat tata kelola organisasi, serta mendukung terciptanya stabilitas dan ketahanan ekonomi nasional.
Melalui kegiatan ini, LPPM Universitas Pertahanan RI berharap para peserta SESPI Semester II Tahun 2026 mampu mengintegrasikan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Bela Negara ke dalam pola pikir, sikap, serta tindakan kepemimpinan. Dengan demikian, para calon pemimpin Bank Indonesia diharapkan tidak hanya siap menduduki jabatan yang lebih tinggi, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam integritas, profesionalisme, nasionalisme, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan kontribusi Universitas Pertahanan RI dalam memperkuat pendidikan karakter kebangsaan dan membangun sinergi dengan berbagai institusi nasional melalui pengembangan sumber daya manusia yang berwawasan kebangsaan dan memiliki semangat Bela Negara. (*)







