Pilarkita.com, Parepare — Bhabinkamtibmas Ujung Baru Aiptu Darwis Rakib, S.H., menunjukkan pendekatan humanis kepolisian dengan hadir melayat ke rumah duka salah seorang tokoh masyarakat di Jalan H. Jamil Ismail, Lorong Maspul, RT 03/RW 09, Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang, Parepare, Sabtu (12/9/2026).
Kehadiran Aiptu Darwis Rakib bukan sekadar untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Baco bin Ampe. Di tengah suasana duka, personel Bhabinkamtibmas Polsek Soreang tersebut juga memanfaatkan momentum untuk berkomunikasi dengan warga sekaligus memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Sejumlah unsur pemerintah kelurahan turut berada di rumah duka. Sekretaris Kelurahan Ujung Baru bersama staf kelurahan hadir sebagai bagian dari keluarga yang sedang berduka.
Kehadiran polisi dalam situasi sosial seperti ini menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat yang mengedepankan empati, komunikasi, dan kedekatan dengan warga.
Bagi Bhabinkamtibmas, interaksi langsung dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas di wilayah binaan. Karena itu, kegiatan melayat juga menjadi ruang untuk mengetahui perkembangan situasi lingkungan secara lebih dekat.
Bhabinkamtibmas Jadi Penghubung Polisi dan Warga
Kapolsek Soreang Polres Parepare, AKP Amir Usman, S.E., mengatakan keberadaan Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya kepolisian membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga.
Menurut dia, tugas Bhabinkamtibmas tidak hanya berkaitan dengan penanganan persoalan keamanan. Polisi juga perlu hadir dalam berbagai aktivitas sosial masyarakat agar hubungan yang terbangun tidak bersifat formal semata.
“Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Polri dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Karena itu, kehadiran personel tidak hanya ketika terjadi gangguan kamtibmas, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial masyarakat, termasuk saat warga sedang berduka,” ujar AKP Amir Usman, S.E.
Baca juga: Curi Motor, Dua Petani Pinrang Dibekuk
Ia menjelaskan, komunikasi secara langsung dapat membantu kepolisian memperoleh informasi mengenai kondisi lingkungan. Informasi tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan dalam melakukan langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
Dengan pola komunikasi yang terbuka, masyarakat juga memiliki ruang lebih luas untuk menyampaikan informasi, keluhan, maupun masukan mengenai situasi di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Kami ingin masyarakat merasa bahwa polisi selalu dekat dan terbuka untuk menerima informasi maupun masukan. Dengan komunikasi yang baik, berbagai potensi gangguan keamanan di lingkungan dapat diketahui dan diantisipasi lebih awal,” katanya.
Melayat Sekaligus Bangun Komunikasi
Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Darwis Rakib tidak hanya menyampaikan rasa duka kepada keluarga almarhum. Ia juga berinteraksi dengan warga yang berada di rumah duka.
Interaksi tersebut menjadi kesempatan bagi Bhabinkamtibmas untuk mendengarkan berbagai informasi dan persoalan yang berkembang di lingkungan Kelurahan Ujung Baru.
Komunikasi langsung dengan warga menjadi salah satu langkah preventif untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Masyarakat pun diingatkan agar tidak ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan maupun ketertiban.
Pendekatan seperti itu sejalan dengan pola pelayanan kepolisian yang mengutamakan pencegahan. Polisi tidak hanya bergerak ketika persoalan sudah terjadi, tetapi berupaya membangun komunikasi agar potensi masalah dapat diketahui sejak dini.
Di tingkat kelurahan, peran Bhabinkamtibmas menjadi strategis karena personel bersentuhan langsung dengan masyarakat. Intensitas sambang, dialog, pembinaan, dan penyuluhan memungkinkan polisi memahami dinamika sosial yang terjadi di wilayah binaannya.
Polres Parepare Dorong Pendekatan Humanis
Kegiatan Aiptu Darwis Rakib tersebut juga menjadi bagian dari aktivitas rutin Bhabinkamtibmas melalui patroli, sambang, pembinaan dan penyuluhan masyarakat atau binluh, serta door to door system (DDS).
Melalui kegiatan tersebut, personel kepolisian dapat bertemu langsung dengan warga dalam berbagai situasi. Pola ini membuat komunikasi antara polisi dan masyarakat tidak hanya berlangsung ketika muncul persoalan hukum atau gangguan keamanan.
Pendekatan humanis menjadi penting karena kepercayaan masyarakat merupakan salah satu fondasi dalam menciptakan keamanan lingkungan.
Kapolsek Soreang AKP Amir Usman menegaskan, kedekatan antara polisi dan masyarakat harus dibangun secara konsisten. Menurut dia, hubungan tersebut tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu diwujudkan melalui kehadiran nyata di tengah warga.
“Kedekatan dengan masyarakat harus dibangun secara berkelanjutan. Kami berharap warga tidak hanya melihat polisi sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra yang dapat diajak berkomunikasi dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberadaan Bhabinkamtibmas memiliki dimensi pelayanan yang luas. Selain menjaga keamanan, personel juga berperan sebagai penghubung antara kepolisian dan masyarakat di tingkat kelurahan.
Kehadiran polisi di tengah warga yang sedang mengalami kedukaan memiliki nilai sosial tersendiri. Dalam situasi tersebut, polisi hadir bukan dalam kapasitas penegakan hukum, melainkan sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan perhatian dan empati.
Kehadiran seperti ini dapat memperkuat hubungan emosional antara aparat kepolisian dan warga. Ketika komunikasi sudah terbangun dengan baik, masyarakat diharapkan semakin terbuka dalam menyampaikan informasi yang berkaitan dengan keamanan lingkungan.
Selain itu, kedekatan tersebut dapat membantu menciptakan pola kerja sama yang lebih efektif. Warga memiliki peran dalam menjaga lingkungan, sedangkan kepolisian memberikan pendampingan serta mengambil langkah sesuai dengan kebutuhan keamanan masyarakat.
Sinergi antara kepolisian, pemerintah kelurahan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga situasi Parepare tetap aman dan kondusif.
Bagi Bhabinkamtibmas, setiap pertemuan dengan warga dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi. Karena itu, kegiatan sosial seperti melayat memiliki arti lebih luas daripada sekadar kunjungan.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan kepolisian dapat dilakukan melalui berbagai bentuk kehadiran yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Polres Parepare melalui jajaran kewilayahan terus mendorong personel agar aktif membangun komunikasi dengan masyarakat. Patroli, sambang, binluh, dan DDS menjadi sarana untuk memastikan keberadaan polisi dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
Dalam praktiknya, komunikasi dua arah menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Polisi dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan lingkungan, sementara masyarakat memiliki akses yang lebih mudah untuk menyampaikan persoalan maupun meminta bantuan.
Pendekatan ini juga membantu kepolisian melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas. Semakin baik komunikasi yang terjalin, semakin cepat pula informasi mengenai persoalan lingkungan dapat diterima dan ditindaklanjuti.
Melalui kehadiran Bhabinkamtibmas Ujung Baru, hubungan antara kepolisian dan masyarakat di Kelurahan Ujung Baru diharapkan terus terjaga. Polisi tidak hanya hadir saat terjadi gangguan keamanan, tetapi juga dalam berbagai momentum sosial yang menjadi bagian dari kehidupan warga.
Kegiatan melayat Aiptu Darwis Rakib di rumah duka almarhum Baco bin Ampe berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Kehadiran tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen pelayanan kepolisian yang mengedepankan empati, komunikasi, dan pendekatan humanis.
Dengan komunikasi yang terus dibangun, masyarakat dan kepolisian diharapkan dapat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Pada akhirnya, hubungan yang dekat dan terbuka menjadi modal penting untuk menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang aman, tertib, dan nyaman di Kota Parepare. (MS)




