Kab. Pinrang

Perkuat Layanan Kesehatan di Wilayah Terpencil melalui Evaluasi dan Penguatan Program

PINRANG – Upaya Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas terus dilakukan, termasuk bagi warga yang berada di wilayah dengan kondisi geografis yang cukup menantang. Salah satunya melalui penguatan evaluasi dan koordinasi program kesehatan di tingkat Puskesmas.

Hal tersebut terlihat dalam kunjungan kerja Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, dr H Ramli Yunus, M Kes, yang melanjutkan agenda roadshow sekaligus menghadiri Lokakarya Mini (Lokmin) Lintas Kluster di Aula Puskesmas Batulappa, Kamis (3/9/2026).

Dalam kunjungan yang merupakan agenda ke-18 dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Pinrang tersebut, Kepala Dinas Kesehatan didampingi Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Hj. Nurheda, SKM., M.Kes., selaku Koordinator Tim TPCB Melati bersama rombongan.

Kehadiran jajaran Dinas Kesehatan ini disambut Kepala Puskesmas Batulappa Amrullah, SKM., M.Kes., bersama seluruh jajaran.

Kegiatan ini menjadi ruang untuk melihat perkembangan pelaksanaan berbagai program kesehatan hingga Juli 2026 sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

Menurut dr. Ramli, evaluasi semacam ini penting agar setiap program yang dijalankan tidak berhenti pada pencapaian administrasi, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

Salah satu perhatian utama adalah pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan penanganan Tuberkulosis (TB) Paru. Melalui pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara rutin, masyarakat diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga penyakit dapat segera ditangani.

Upaya ini juga menjadi bagian penting dalam memutus potensi penularan TB sekaligus mengurangi stigma terhadap masyarakat yang mengalami penyakit tersebut.

Dukungan terhadap deteksi dini juga semakin diperkuat dengan ketersediaan X-ray portable yang dapat membantu pemeriksaan, khususnya dalam menjangkau masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.

Selain itu, persoalan stunting juga menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut. Angka stunting Kabupaten Pinrang yang tercatat 22,22 persen pada 2025 diharapkan dapat ditekan hingga berada di bawah 19 persen pada 2026.

Target tersebut membutuhkan kerja bersama, terutama dalam memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup, pemantauan tumbuh kembang dan intervensi yang tepat sejak dini.

Puskesmas Batulappa sendiri memiliki tantangan tersendiri karena berada di wilayah terpencil. Kondisi geografis tersebut dapat mempengaruhi mobilitas petugas maupun pelaksanaan berbagai program di lapangan.

Meski demikian, dr. Ramli menekankan bahwa kondisi wilayah tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.

Dirinya meminta seluruh tenaga kesehatan tetap menjaga kedisiplinan, etika dan profesionalitas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, kemampuan tenaga kesehatan harus berjalan seimbang antara penguasaan ilmu, kemampuan menerapkannya dalam pelayanan serta perilaku yang mencerminkan profesionalitas.

“Yang paling penting pelayanan harus sesuai standar dan SOP. Apa yang kita kerjakan harus dapat dipertanggungjawabkan dan terdokumentasi dengan baik,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Hj. Nurheda mendorong Puskesmas Batulappa untuk terus mengejar indikator pelayanan yang belum memenuhi target.

Dirinya juga memberikan apresiasi atas capaian CKG yang telah memenuhi target, sembari mengingatkan agar pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh sehingga masyarakat tidak hanya sekadar mengikuti skrining, tetapi benar-benar memperoleh gambaran kondisi kesehatannya.

Evaluasi juga menyentuh pentingnya kelengkapan legalitas tenaga kesehatan, penguatan edukasi mengenai pola hidup sehat, pemanfaatan data kesehatan sebagai dasar perencanaan, serta peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit yang berpotensi membahayakan masyarakat seperti rabies.

Khusus terkait rabies, kewaspadaan terhadap kasus gigitan hewan penular rabies terus didorong, termasuk yang berasal dari hewan peliharaan seperti anjing maupun kucing. Langkah ini penting agar masyarakat yang mengalami gigitan dapat segera memperoleh penanganan dan risiko fatal akibat rabies dapat ditekan.

Melalui penguatan koordinasi lintas program dan lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap pelayanan kesehatan di Puskesmas Batulappa semakin mampu menjangkau kebutuhan masyarakat. Kondisi geografis yang cukup sulit diharapkan tidak lagi menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, tepat dan sesuai standar.

Dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala, setiap kekurangan dapat segera diketahui dan diperbaiki, sementara program yang telah berjalan baik dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Hal ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pinrang untuk memastikan masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil, tetap mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan yang bermutu. (*)

Berita Terkait