Pilarkita.com, Parepare — Kegiatan Jumat Curhat Polsek KPN kembali menjadi ruang dialog antara kepolisian dan masyarakat. Kali ini, warga di Jl. Pelabuhan RT 002 RW 009, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, menyampaikan sejumlah aspirasi, termasuk keluhan mengenai debu yang muncul dari aktivitas bongkar muat di kawasan pelabuhan.
Jumat Curhat Polsek KPN dipimpin Kanit Samapta Polsek KPN IPDA Harjuna. Selain membahas persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat, pertemuan juga menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan masukan terkait pelayanan kepolisian dan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.
Jumat Curhat Jadi Ruang Dialog Polisi dan Warga
IPDA Harjuna mengatakan kegiatan Jumat Curhat bukan sekadar agenda rutin. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi polisi untuk mendengar secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada bapak ibu yang sudah meluangkan waktu hadir pagi ini. Tujuan kami satu, ingin mendengar langsung apa keluh kesah bapak ibu terkait keamanan maupun pelayanan kami di Polsek KPN. Jangan sungkan sampaikan. Karena dari sinilah kami belajar untuk memperbaiki kinerja,” ujar IPDA Harjuna.
Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu ragu menyampaikan persoalan yang berkaitan dengan keamanan maupun pelayanan publik. Dengan komunikasi langsung, kepolisian dapat mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan sekaligus mencari langkah penyelesaian bersama.
Jumat Curhat juga menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat. Melalui forum tersebut, warga tidak hanya menjadi penerima pelayanan, tetapi juga dapat memberikan masukan terhadap pelaksanaan tugas polisi.
Tiga Pilar Pelayanan Kepolisian
Dalam kesempatan itu, IPDA Harjuna turut menyampaikan arah kebijakan pimpinan di jajaran Polres Parepare. Ia menjelaskan terdapat tiga pilar yang menjadi landasan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Pertama, Polri yang bermoral. Setiap anggota dituntut menjunjung nilai agama, etika, dan moral ketika menjalankan tugas.
Kedua, Polri yang berintegritas. Prinsip tersebut menekankan pentingnya bekerja secara jujur, adil, transparan, dan konsisten sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ketiga, Polri yang bermasyarakat. Polisi diharapkan hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi, serta memberikan solusi atas persoalan yang muncul.
Menurut IPDA Harjuna, ketiga prinsip tersebut perlu diterapkan dalam pelayanan sehari-hari. Polisi tidak cukup hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga harus membangun kedekatan dengan warga.
Ia juga menyampaikan bahwa jajaran kepolisian mendapat arahan untuk meningkatkan patroli “Blue Light” di wilayah hukum Polres Parepare.
“Beliau juga memerintahkan kami untuk aktif melaksanakan patroli ‘Blue Light’ di seluruh wilayah hukum Polres Parepare. Patroli ini bukan hanya untuk menekan kriminalitas, tapi juga untuk menyapa warga,” jelas IPDA Harjuna.
Warga Soroti Debu Aktivitas Bongkar Muat
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian utama dalam Jumat Curhat Polsek KPN adalah debu dari aktivitas bongkar muat di kawasan pelabuhan.
Ibu Musdiana, warga RT 002, menyampaikan keluhan mengenai kondisi jalan ketika truk melakukan aktivitas bongkar muat di sekitar permukiman warga.
“Pak, terkait kegiatan pelabuhan bongkar muat dengan truk di depan rumah kami. Debunya luar biasa, Pak. Sekiranya sebelum kegiatan dimulai, bisa tidak jalanannya disiram dulu? Biar mengurangi polusi udara dan debu,” ujar Musdiana.
Keluhan tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pelabuhan. Debu yang beterbangan dinilai mengganggu kenyamanan warga, terutama ketika kendaraan berat melintas dan melakukan aktivitas bongkar muat.
Warga berharap penyiraman jalan dilakukan secara rutin sebelum aktivitas bongkar muat berlangsung. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengurangi debu yang muncul dari pergerakan kendaraan dan aktivitas di kawasan pelabuhan.
Polsek KPN Koordinasi dengan Pelindo
Menanggapi keluhan tersebut, IPDA Harjuna menyampaikan bahwa pihak Polsek KPN telah melakukan koordinasi dengan pihak Pelindo.
Menurut informasi yang diterima kepolisian, penyiraman jalan tetap dilakukan sebelum kegiatan bongkar muat barang curah maupun kontainer. Namun, kepolisian akan terus menyampaikan aspirasi warga agar penyiraman di kawasan Pelabuhan Cappa Ujung dilakukan secara rutin.
“Terima kasih Bu. Kami dari Polsek KPN sudah berkoordinasi dengan pihak Pelindo. Pihak Pelindo menyampaikan bahwa mereka tetap melakukan penyiraman jalan sebelum bongkar muat barang curah maupun kontainer. Kami akan terus sampaikan agar penyiraman di Pelabuhan Cappa Ujung dilakukan rutin,” kata IPDA Harjuna.
Ia menegaskan, persoalan lingkungan di sekitar kawasan pelabuhan perlu menjadi perhatian bersama. Aktivitas ekonomi tetap harus berjalan, tetapi pada saat yang sama kenyamanan masyarakat sekitar juga perlu dijaga.
“Kami akan terus kawal ini. Karena ini menyangkut kesehatan warga. Kami tidak ingin aktivitas ekonomi pelabuhan berjalan, tapi warga yang dirugikan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keluhan warga tidak hanya dicatat, tetapi juga menjadi bahan koordinasi dengan pihak terkait. Dengan demikian, penyelesaian persoalan dapat dilakukan melalui komunikasi antara masyarakat, kepolisian, dan pengelola kawasan pelabuhan.
Polsek KPN Pastikan Kegiatan Berlanjut
Kegiatan Jumat Curhat Polsek KPN berakhir sekitar pukul 09.30 Wita. Pertemuan berlangsung dalam suasana aman dan kondusif, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Kapolsek KPN IPTU Suardi, S.E. mengatakan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara bergilir di wilayah binaan. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat penting untuk mengetahui secara langsung kebutuhan dan persoalan warga.
“Ini perintah pimpinan dan juga kebutuhan masyarakat. Kami akan terus hadir, mendengar, dan melayani. Karena Polri yang baik adalah Polri yang dicintai rakyatnya,” ujar IPTU Suardi.
Dengan kegiatan tersebut, kepolisian berharap komunikasi bersama masyarakat semakin terbuka. Warga juga memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan secara langsung, sementara polisi dapat merespons setiap masukan sesuai kewenangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Keluhan mengenai debu aktivitas bongkar muat menjadi salah satu catatan penting dalam pertemuan kali ini. Persoalan tersebut diharapkan mendapat perhatian dan tindak lanjut sehingga aktivitas pelabuhan dapat berjalan tanpa mengabaikan kenyamanan masyarakat di sekitarnya.
(MS)




