PAREPARE, PILARKITA.COM – Pemerintah Kota Parepare dan saudagar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kota. Hal itu disampaikan Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, dalam Pertemuan Saudagar Parepare yang berlangsung di Auditorium BJ Habibie, Selasa, 24 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Tasming Hamid menyampaikan apresiasi kepada para tamu undangan yang terdiri atas pimpinan perbankan, perguruan tinggi, organisasi pengusaha, serta tokoh masyarakat dari berbagai daerah. Ia menilai kehadiran para saudagar menjadi energi besar bagi kemajuan Parepare.
” Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Kehadiran para saudagar dan tokoh masyarakat menjadi kekuatan penting bagi pembangunan kota ini,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan suasana pasca-Idulfitri, sehingga menjadi ajang silaturahmi atau halal bihalal antara pemerintah dan para saudagar asal Parepare yang tersebar di berbagai wilayah.
Tasming menjelaskan, gagasan penyelenggaraan forum ini berawal dari banyaknya kunjungan tokoh dan pengusaha ke Parepare yang selama ini dilakukan secara terpisah. Ia pun mendorong agar pertemuan tersebut disatukan dalam satu forum besar agar diskusi lebih terarah dan produktif.
” Selama ini pertemuan dilakukan secara terpisah. Dengan forum ini, ide dan gagasan bisa dikumpulkan dalam satu ruang sehingga lebih terstruktur,” jelasnya.
Wali Kota menekankan perlunya pembentukan wadah komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan para saudagar. Wadah tersebut diharapkan mampu melahirkan ide-ide strategis sekaligus membuka peluang investasi baru di Parepare.
” Kita ingin ada ruang bersama untuk bertukar pikiran dan membangun sinergi investasi. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, perlu dukungan dari para saudagar,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, terutama meningkatnya beban belanja wajib seperti penggajian tenaga PPPK yang mengalami kenaikan signifikan. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut pemerintah untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pendanaan pembangunan.
” Kita tidak bisa hanya bergantung pada anggaran pemerintah. Membuka peluang investasi menjadi langkah strategis yang harus dilakukan,” tegasnya.
Tasming juga mengakui keterbatasan lahan yang dimiliki Parepare menjadi tantangan tersendiri dalam mengakses program-program pemerintah pusat yang umumnya mensyaratkan area luas, seperti kawasan industri dan pertanian skala besar.
Ia optimististis Parepare memiliki potensi besar untuk berkembang melalui sektor jasa, perdagangan, dan investasi berbasis perkotaan. Ia pun mengajak para saudagar untuk berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan tersebut.
” Peran saudagar sangat penting, baik dari sisi ide, jaringan, maupun kekuatan investasi. Kita ingin Parepare menjadi kota yang lebih maju dan kompetitif,” pungkasnya. (*)






