Kota Parepare

Pemkot Parepare Gelar Gerakan Pangan Murah

PAREPARE, PILARKITA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare menggelar kegiatan Kopi Mobile atau Kios Pengendalian Inflasi yang dikemas dalam Gerakan Pangan Murah (GPM), di Pelataran Pizza Hut, Jalan Usman Isa, Kelurahan Malluserasi, Kecamatan Ujung, Selasa, 13 Januari 2025.

Program tersebut melibatkan lintas instansi dan didukung Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPKP), Bagian Perekonomian dan SDA, TPID Parepare, Bulog Parepare, serta sejumlah distributor dan ritel.

Melalui GPM, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Komoditas yang disediakan antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, serta sejumlah bahan pangan strategis lainnya.

Kepala Bidang (Kabid) Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Parepare, Akibar, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi, khususnya pada komoditas pangan yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

“Untuk mengantisipasi tingginya inflasi, Pemerintah Kota Parepare membentuk kios-kios pengendalian inflasi yang dilaksanakan dua kali sepekan, yakni Pasar Tani setiap Jumat oleh DPKP dan Gerakan Pangan Murah setiap Selasa oleh TPID bersama instansi terkait, dengan harga di bawah pasar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sasaran awal program ini adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, seiring kondisi ekonomi saat ini, Pemkot Parepare membuka akses bagi seluruh lapisan masyarakat agar dapat memanfaatkan program tersebut.

Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu dari dua program utama Dinas Ketahanan Pangan. Selain GPM yang digelar setiap Selasa secara bergilir di sejumlah kelurahan, Pemkot Parepare juga rutin menggelar Pasar Tani setiap Jumat di Kantor Dinas PKP untuk memperluas jangkauan pelayanan.

Selain itu, Pemkot Parepare juga melakukan langkah pengendalian inflasi lainnya, seperti penyaluran bibit cabai kepada masyarakat. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 18.330 bibit cabai telah disalurkan di 191 titik melalui sejumlah SKPD serta sekolah dasar dan menengah pertama, mengingat cabai merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi.

Akibar menegaskan, program Kios Pengendalian Inflasi dan Gerakan Pangan Murah akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan.

“Alhamdulillah, respons masyarakat sangat baik. Program ini memang dibutuhkan agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Parepare, Andi Mukti Mahmud, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan program rutin pemerintah kota yang dilaksanakan secara berkala.

“Tujuan utamanya untuk menekan inflasi. Gerakan Pangan Murah dijadwalkan satu kali dalam sepekan, setiap hari Selasa, dan dilaksanakan secara bergiliran di kelurahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, lokasi pelaksanaan GPM akan diinformasikan kepada lurah setempat untuk diteruskan kepada masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Dalam setiap pelaksanaan GPM, komoditas yang paling diminati masyarakat adalah beras dan minyak goreng. Tingginya antusiasme warga menunjukkan bahwa program ini efektif membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus menjaga daya beli di tengah fluktuasi harga pangan. (*

Berita Terkait