Pendidikan

Mahasiswa ITH Ciptakan Inovasi Komunikasi Dua Arah Berbasis AI untuk Penyandang Tunarungu Wicara

PAREPARE, PILARKITA.COM – Lima mahasiswa Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) menghadirkan inovasi membanggakan melalui karya teknologi inklusif bernama ISARA (Inovasi Komunikasi Dua Arah melalui Gerakan Isyarat, Teks, Gambar, dan Suara Berbasis Artificial Intelligence Menggunakan Kamera Smartphone).

Tim ISARA terdiri dari Lukman Hakim sebagai ketua tim, bersama Muhammad Aldi Alfatih, Stevelin Friska, Nurzahra Indriani, dan Viandra Maryam Azzahrah. Mereka dibimbing Rozalina Amran, ST, MEng, dosen dari Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie.

Ide ISARA lahir dari kolaborasi dua jurusan, yaitu Sistem Informasi dan Ilmu Komputer, yang memiliki visi untuk menghadirkan teknologi yang bermanfaat dan inklusif bagi masyarakat luas. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), ISARA mampu menerjemahkan gerakan isyarat menjadi teks dan suara, serta teks dan suara menjadi gerakan isyarat secara real-time menggunakan kamera smartphone.

Tak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi dua arah, ISARA juga dilengkapi dengan fitur pembelajaran Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Fitur ini memungkinkan pengguna umum untuk mempelajari dasar-dasar komunikasi isyarat secara interaktif, sehingga turut memperluas pemahaman masyarakat terhadap bahasa isyarat yang digunakan oleh komunitas tuli di Indonesia.

Saat ini, pengembangan ISARA telah mencapai 96% dan siap untuk dilakukan uji coba langsung di SLBN 1 Parepare. Proses uji coba ini juga akan melibatkan komunitas GERKATIN (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) Parepare, yang sejak awal memberikan masukan dan dukungan terhadap pengembangan sistem.

Inovasi ini berhasil mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui program PKM-KC (Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta) tingkat nasional. Selain itu, tim ISARA juga mendapatkan dukungan tambahan dari kampus ITH, serta dukungan dari SLBN 1 Parepare dan komunitas GERKATIN Parepare.

“Harapan kami, ISARA tidak hanya membantu komunikasi antara masyarakat umum dan teman-teman tuli, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk mengenal dan menghargai Bahasa Isyarat Indonesia,” ujar Lukman Hakim, ketua tim ISARA.

Dengan semangat kolaborasi lintas disiplin, dukungan dari kampus, pemerintah, dan komunitas disabilitas, ISARA menjadi langkah nyata menuju masyarakat yang lebih inklusif, edukatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. (*)

Berita Terkait