Nasional

LPPM Unhan RI-BRIN Perkuat Kerja Sama Riset, Bahas Perpanjangan MoU, Buka Peluang Hibah Strategis

JAKARTA – Tim dari Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unhan RI mengadakan audiensi dengan pihak Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pada Kamis 3 September 2026, di Ruang Rapat BRIN lantai 16 Gedung BJ Habibie Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat,

Hadir Tim LPPM Unhan RI, Seslem LPPM Unhan RI Dr Sri Murtiana S Sos MM, Kapuslit Strategi Pertahanan LPPM Kolonel Inf Dr Sungkunen Munthe, Kapus Program Bela Negara dan PKM Kolonel Inf Dr Haryo Mustoko, serta Kapuslit Manajemen Pertahanan Kolonel Inf Hendri Siswanto, SIP MSi (Han).

Dari pihak BRIN hadir Waka BRIN Laksdya TNI (Purn)  Prof Dr Ir Amarula Oktavian ST MSc DESD ASEAN Eng, Direktur Perumusan Kebijakan Riset, Teknologi, dan Inovasi Dr Prakoso Bhairawa Putera, SIP M.A.

Hadir juga Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi, Raden Arthur Ario Lelono PhD,  Sekretaris Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi Dr Yogi Sugiawan MSE, Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Tri Sundari SSi Apt MHS, dan Staf Direktorat Manajemen Talenta Nurdin.

 

 

Hal yang menjadi fokus dalam pertemuan audiensi dan diskusi strategis, adalah keberlanjutan kerja sama serta peluang perolehan pendanaan riset bagi civitas akademika Unhan RI.

Nota Kesepahaman (MoU) antara Unhan RI dan BRIN di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang telah berjalan sejak 2022 akan segera berakhir pada 2025. Saat ini, proses perpanjangan kerja sama tersebut sedang diproses oleh Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat (Rorenkermahumas) Unhan RI.

Dipaparkan bahwa BRIN kini tidak hanya berperan sebagai lembaga pelaksana riset, tetapi juga sebagai lembaga pendanaan dan fasilitator inovasi nasional. Berbagai skema pendanaan siap dimanfaatkan, seperti Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi, RIIM Kolaborasi, Pusat Kolaborasi Riset (PKR), RIIM Startup, Pengujian Produk Inovasi, hingga Riset Inovasi Strategis.

Sepanjang periode 2022–2025, BRIN mencatat kinerja pendanaan riset yang masif dengan total 1.962 proposal yang telah didanai bernilai Rp2,05 triliun. Program pendanaan ini telah menghasilkan berbagai luaran, mulai dari publikasi ilmiah, kekayaan intelektual, produk inovasi, hingga dukungan bagi lulusan perguruan tinggi.

Selain itu, skema pendanaan internasional juga terbuka lebar melalui kolaborasi lintas sektor—melibatkan perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan mitra global. Hingga kini, peta kerja sama internasional BRIN telah mencatat 1.408 proposal diajukan dan 130 proyek berhasil memperoleh pendanaan dengan nilai lebih dari Rp190 miliar dari 20 mitra global.

Unhan RI sendiri mencatatkan rekam jejak positif dengan keberhasilan meraih hibah pendanaan RIIM Kompetisi Eksternal sebanyak tujuh proposal di berbagai bidang riset.

Guna meningkatkan keberhasilan meraih hibah penelitian strategis di masa mendatang, audiensi tersebut menghasilkan beberapa saran dan rekomendasi strategis bagi Unhan RI:

  1. Mendorong Keikutsertaan dalam Pusat Kolaborasi Riset (PKR) BRIN: Unhan RI disarankan proaktif mengusulkan penguatan dan pembentukan PKR di bidang-bidang unggulan yang relevan dengan kebutuhan serta keahlian pertahanan negara.
  2. Penyelenggaraan Coaching Clinic Proposal dan Metodologi Penelitian: Unhan RI perlu menggelar pelatihan/coaching clinic secara terstruktur bagi dosen serta mahasiswa program Magister (S2) dan Doktor (S3). Langkah ini bertujuan memperkuat kompetensi metodologi, meningkatkan kualitas proposal hibah, tesis, disertasi, serta luaran publikasi ilmiah strategis pertahanan.

Melalui penguatan tata kelola dan peningkatan kapasitas SDM, Unhan RI optimistis dapat terus memperluas jangkauan riset berdampak nyata bagi kedaulatan dan pertahanan nasional. (*)

Berita Terkait