MEDAN – Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melaksanakan benchmarking ke Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed). Kegiatan ini menjadi upaya strategis untuk memperkuat tata kelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, meningkatkan kolaborasi ant perguruan tinggi, serta mendorong hasil penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung kepentingan pertahanan nasional.
Benchmarking dilaksanakan sebagai sarana pertukaran informasi, pengalaman, dan praktik baik dalam pengelolaan penelitian, mekanisme pendanaan, publikasi ilmiah, pengembangan inovasi, kekayaan intelektual, serta hilirisasi hasil penelitian. Delegasi Unhan RI dipimpin Sekretaris LPPM, Dr. Sri Murtiana, S.Sos., M.M., CIT., didampingi Kolonel Inf. Dr. Haryo Mustoko, S.Sos., M.M., CIT., Kepala Pusat Program Bela Negara dan Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Unhan RI, serta personel LPPM dan unsur pendukung.
Di USU, delegasi Unhan RI berdiskusi dan menjajaki kerja sama bersama jajaran LPPM yang dipimpin Ketua LPPM USU, Prof. Mohammad Basyuni, beserta unsur pengelola penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, dan inovasi. Pembahasan difokuskan pada pengembangan Program Kolaborasi Riset (PKR), terutama bidang strategi dan kebijakan pertahanan yang relevan dengan kebutuhan strategis nasional.

Kedua institusi juga menjajaki tema teknologi pertahanan, antara lain pesawat tanpa awak (drone), satelit, dan material maju (advanced materials). Penyusunan proposal kolaboratif diarahkan untuk memperhatikan rekam jejak penelitian dan publikasi, kompetensi tim, kebaruan serta urgensi tema, dan peta jalan penelitian (research roadmap) jangka panjang selama lima sampai tujuh tahun. Untuk mematangkan substansi dan kesiapan proposal, dibahas pula pelaksanaan coaching clinic dan pendampingan bersama. Kolaborasi ini dipersiapkan untuk mengikuti mekanisme kompetisi pendanaan pada 2027 dengan pendekatan multiyears agar pengembangannya berkelanjutan.
Kunjungan ke Unimed menjadi forum pertukaran pengalaman pengelolaan kelembagaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus penjajakan program kerja sama konkret. Unhan RI dan Unimed membahas penguatan kembali Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani pada 2023 melalui penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih operasional dan terukur, mencakup penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, dan kegiatan akademik lainnya.
Unimed memaparkan pengelolaan penelitian internal secara berjenjang, mulai dari penelitian dosen pemula, penelitian dasar, penelitian terapan, hingga penelitian bagi guru besar. Pengajuan proposal dilakukan melalui aplikasi terpusat dengan penilaian reviewer internal dan eksternal. Dalam bidang pengabdian, Unimed berbagi pengalaman mengenai program unggulan, pusat unggulan, dan desa binaan, termasuk pemanfaatan teknologi tepat guna seperti panel surya untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Pembahasan juga mencakup pengelolaan kekayaan intelektual melalui sistem digital SIMAGIN serta upaya komersialisasi paten melalui lisensi dan royalti. Selain itu, kedua perguruan tinggi menjajaki kolaborasi pengabdian unggulan, penelitian melalui skema pendanaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP).
MEMBANGUN SINERGI PERGURUAN TINGGI YANG BERDAMPAK
Sekretaris LPPM Unhan RI, Dr. Sri Murtiana, S.Sos., M.M., CIT., menyampaikan bahwa benchmarking ke USU dan Unimed merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan LPPM melalui pertukaran pengalaman, pengetahuan, serta praktik baik dalam pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kedua perguruan tinggi memiliki pengalaman dan keunggulan yang dapat menjadi referensi bagi Unhan RI dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
“Melalui kegiatan benchmarking ini, kami berharap dapat memperoleh berbagai masukan dan praktik baik yang dapat diadaptasi sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, serta visi Universitas Pertahanan RI. Hal yang paling penting adalah bagaimana hasil kunjungan ini tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi program kerja sama yang konkret, terukur, dan berkelanjutan,” ungkap Dr. Sri Murtiana.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penguatan kolaborasi ant perguruan tinggi perlu diarahkan pada peningkatan kualitas dan produktivitas penelitian dosen, pengembangan publikasi ilmiah bereputasi, peningkatan perolehan kekayaan intelektual, serta optimalisasi hasil penelitian agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia berharap penjajakan kerja sama dengan USU dan Unimed membuka peluang penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat lintas perguruan tinggi, pertukaran keahlian, serta pengembangan program akademik yang saling mendukung.
“Ke depan, LPPM Unhan RI akan mendorong agar hasil benchmarking ini ditindaklanjuti melalui koordinasi antar lembaga, penyusunan program prioritas, serta pengembangan dokumen kerja sama. Dengan demikian, sinergi antara Unhan RI, USU, dan Unimed dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kemajuan bangsa Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, Kolonel Inf. Dr. Haryo Mustoko, S.Sos., M.M., CIT., Kepala Pusat Program Bela Negara dan Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Unhan RI, menegaskan pentingnya mendorong hasil penelitian agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dihilirisasi menjadi pengetahuan, teknologi, inovasi, dan solusi bagi masyarakat. Proses tersebut perlu dilakukan secara terencana, mulai dari identifikasi kebutuhan masyarakat, penerapan hasil riset, pendampingan, hingga evaluasi dampak.
Dalam konteks Unhan RI, hilirisasi penelitian melalui pengabdian kepada masyarakat juga diarahkan untuk memperkuat wawasan kebangsaan, nilai-nilai bela negara, ketahanan masyarakat, dan kapasitas sumber daya nasional dalam mendukung pertahanan negara. Berbagai praktik baik yang diperoleh dari USU dan Unimed akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan tata kelola LPPM, sekaligus dasar penyusunan program kolaborasi ke depan.
Melalui kegiatan ini, Unhan RI menegaskan komitmennya untuk memperluas jejaring kemitraan, meningkatkan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi, dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Sinergi dengan USU dan Unimed diharapkan menghasilkan penelitian yang unggul secara akademis sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.(*)







