Pilarkita.com, Parepare — Kinerja aparatur Pemkot Parepare menjadi perhatian Pemerintah Kota Parepare dalam upaya membangun birokrasi yang profesional, disiplin, dan berorientasi pada hasil.
Hal itu disampaikan Wali Kota Parepare Tasming Hamid saat menghadiri Rapat Koordinasi Peningkatan Kinerja yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Manajemen Talenta Pemerintah Kota Parepare di Auditorium BJ Habibie, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, kepala unit kerja, hingga kepala sekolah se-Kota Parepare. Tasming hadir didampingi Sekretaris Daerah Kota Parepare Amarun Agung Hamka.
Tasming mengatakan rapat koordinasi tersebut menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat kinerja aparatur di seluruh lini pemerintahan.
“Kita harus memastikan setiap kebijakan kepegawaian dipahami dengan benar dan dilaksanakan secara tepat, konsisten dan seragam, mulai dari perangkat daerah hingga kecamatan, kelurahan dan unit pelayanan,” kata Tasming.
Menurutnya, keberhasilan pemerintah tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Setiap pekerjaan harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Karena itu, ia meminta seluruh aparatur membangun budaya kerja yang profesional, disiplin, responsif, terukur, dan berorientasi pada hasil.
“Saya meminta kepada seluruh jajaran agar membangun budaya kerja yang lebih profesional, disiplin, responsif, terukur dan berorientasi pada hasil,” tegasnya.
Tasming juga menekankan pentingnya penerapan manajemen talenta sebagai bagian dari penguatan birokrasi Pemkot Parepare.
Ia menyebut pemerintah daerah memiliki banyak aparatur dengan potensi dan kompetensi yang perlu dikelola secara optimal. Talenta terbaik, kata dia, harus dikenali, dikembangkan, dan ditempatkan sesuai kompetensi, kinerja, serta kebutuhan organisasi.
“Saya ingin birokrasi kita bergerak dengan prinsip sederhana: orang yang tepat, pada tempat yang tepat, dengan kinerja yang tepat, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Tasming berharap sosialisasi manajemen talenta tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diterapkan dalam pengelolaan aparatur di setiap unit kerja.
“Saya berharap sosialisasi ini tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar diterapkan dalam pengelolaan aparatur dan peningkatan kinerja di masing-masing unit kerja,” tambahnya.
Ia kemudian mengajak seluruh aparatur bekerja lebih terarah, cepat, dan bertanggung jawab. Menurutnya, pekerjaan pemerintah harus menghasilkan perubahan dan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menyelesaikan tugas administratif.
Dengan penguatan kinerja dan penerapan manajemen talenta, Pemkot Parepare mendorong birokrasi yang mampu mengoptimalkan kompetensi aparatur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
(MS)





