ENREKANG, PILARKITA.COM – Pemerintah Kabupaten Enrekang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri kegiatan Zoom Meeting Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 pada Sabtu (16/5) siang. Kegiatan yang dipimpin Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo, ini dipusatkan di wilayah Lahan Balai Benih Desa Pattondon Salu, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, mulai pukul 13.30 WITA.
Secara nasional, agenda Panen Raya Jagung Serentak yang diinisiasi oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ini dipusatkan di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Melalui program ketahanan pangan strategis ini, Indonesia berhasil mencatatkan potensi panen jagung yang fantastis, yakni mencapai 1,23 juta ton dari total luas lahan seluas 189.760,36 hektare yang tersebar di 36 Polda se-Indonesia.
Antusiasme mendukung kedaulatan pangan nasional terlihat dari hadirnya para pejabat utama Kabupaten Enrekang di lokasi kegiatan, yaitu, Bupati Enrekang, H Muh Yusuf Ritangnga, Kapolres Enrekang, AKBP Hari Budiyanto, Ketua DPRD Enrekang, Ikrar Eran Batu, Kajari Enrekang A Fajar Anugrah Setiawan, dan sejumlah pejabat lainnya.
Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap sektor pertanian lokal, rangkaian acara di Desa Pattondon Salu juga diisi dengan pembagian bingkisan khusus dari Kapolres Enrekang, AKBP Hari Budiyanto, kepada para anggota kelompok tani.
Pemberian bingkisan ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas kerja keras para petani dalam menyukseskan program Optimalisasi Produksi Jagung di wilayah Balai Benih tersebut.
Gerakan Panen Raya Serentak Kuartal II ini menjadi salah satu pilar utama di bawah komando Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat swasembada pangan nasional. Dengan memadukan teknologi modernisasi pertanian dan sinergi lintas institusi (Pemerintah, TNI, dan Polri), gerakan ini membawa harapan besar untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia sekaligus mendongkrak kesejahteraan para petani di daerah, termasuk di Kabupaten Enrekang. (*)







