MAKASSAR, PILARKITA.COM – Dinas Koperasi Provinsi menggelar pendidikan dan Pelatihan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) bagi 930 pendamping koperasi desa/kelurahan Merah Putih. Kegiatan dilaksanakan lima hari, mulai Senin hingga Jumat (27–31 Oktober 2025) di tiga lokasi berbeda, yakni Kampus Universitas Hasanuddin, Kampus STIE AMKOP, dan kampus Universitas UIN Alauddin.
Peserta kegiatan adalah Business Asistant (BA), Project Manager Operation (PMO), pendamping lainnya (pendamping desa, faslitator) serta dinas terkait.
A Erna Sriwahyuningsih M, SPt MSi, salah seorang peserta yang merupakan Business Asistant dari Kabupaten Pinrang mengakui manfaat dari kegiatan yang diikuti itu. Menurutnya, dari pelatihan itu, pendamping dibekali cara membangun kemitraan strategis dengan BUMN, meningkatkan komunikasi efektif antar-stakeholder, serta mengidentifikasi potensi desa/kelurahan untuk memperkuat kemandirian lokal.
“Pendamping akan mendampingi pengurus koperasi, membantu masalah administrasi, pengurusan proposal bisnis, pendataan aset dan lahan yang akan digunakan untuk gudang atau kantor koperasi. Banyak hal yang dipelajari, sampai hal yang teknis,” ujar A Erna Sriwahyuningsih, Kamis 30 Oktober 2025.
Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare ini menambahkan, pendamping akan bekerja sama dengan pengurus Koperasi Merah Putih menyusun proposal bisnis, salah satunya terkait usaha yang akan dilakukan.
“Kita dilatih menyusun proposal bisnis yang dapat diajukan kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan dan penguatan ekonomi koperasi,” katanya.
“Sebab dibutuhkan sumber daya manusia yang memadai untuk mengelola, bukan saja usaha, tapi soal pengetahuan tentang keuangan, bagaimana melihat peluang sesuai potensi desa masing-masing. Misalnya di Pinrang, secara umum lebih ke pertanian dan perkebunan, toko pupuk dan sembako. Saya kira itu yang dibutuhan sebagian masyarakat. Tentu juga ada usulan lain sesuai potensi wilayah masing-masing,” ungkapnya. (*)







