PAREPARE, PILARKITA.COM – Institut Teknologi Habibie (ITH) Kota Parepare kembali menunjukkan komitmennya dalam menjawab tantangan era digital dan kecerdasan buatan (AI) melalui pelaksanaan Seminar dan Kuliah Tamu, di Aula Kampus 2 ITH, Rabu, 15 Oktober 2025.
Kegiatan ini mengusung tema besar “Sinergi Parepare–ITH untuk ‘Kota Cinta’ Cerdas dan Berdampak Menuju Pemerintahan Kota Digital dan Masyarakat Bijak AI”, yang diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara kalangan akademisi dengan Pemerintah Kota Parepare dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan masyarakat yang adaptif terhadap teknologi.
Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, mewakili Wali Kota Parepare, Tasming Hamid. Hadir pula Rektor ITH, Prof. Dr. Ansar Suyuti, jajaran pimpinan kampus, dosen, serta ratusan mahasiswa. Sejumlah narasumber kompeten turut memberikan materi seputar perkembangan AI, teknologi digital, dan tata kelola pemerintahan berbasis data.
Dalam sambutannya, Rektor ITH, Prof. Dr. Ansar Suyuti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan karakter dan pemikiran kritis civitas akademika dalam menghadapi era disrupsi teknologi.
“Kami ingin ITH menjadi pusat inovasi di Kota Parepare. Kota kecil ini harus mampu memberi dampak besar secara nasional. Maka sinergi dengan pemerintah menjadi kunci,” tegas Prof. Ansar.
Ia juga menyebutkan bahwa ITH saat ini memiliki lima program studi yang siap menjawab tantangan masa depan dan mendukung pembangunan daerah melalui pendekatan teknologi.
Mewakili Pemerintah Kota Parepare, Sekda Amarun Agung Hamka memberikan apresiasi atas pelaksanaan seminar dan menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan kampus adalah fondasi penting dalam mewujudkan Smart City yang berorientasi pada dampak.
“Kecerdasan kota tidak hanya soal banyaknya aplikasi digital, tapi seberapa nyata teknologi mampu meningkatkan kualitas layanan publik,” ujar Hamka.
Ia menambahkan bahwa Parepare sebagai Kota Cinta—sebutan yang melekat sebagai kota kelahiran Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie—memiliki semangat tinggi untuk terus bertransformasi, termasuk dalam membangun Pemerintahan Kota Digital yang efisien dan berbasis data.
Pemerintah Kota, kata Sekda, sangat berharap ITH mengambil posisi strategis dalam pengembangan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga beretika dan berdampak positif bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya peran akademisi dalam membentuk masyarakat yang bijak dalam menghadapi informasi palsu di tengah derasnya arus digital.
Seminar ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih intens antara ITH dan Pemerintah Kota Parepare dalam mewujudkan inovasi kebijakan, pelayanan publik, dan pendidikan berbasis teknologi. (*)









